Bisnis Properti Batam Menjanjikan

Batam tengah bergairah. Kala banyak pengembang yang kesulitan untuk mengembangkan proyeknya di wilayah lain, Batam justru menjadi salah satu tempat yang pas untuk membangun properti. Sempat sepi di awal tahun, kini Batam mulai bergeliat di paruh kedua tahun 2016.

Kondisi perekonomian Batam sendiri diakui lebih berpengaruh pada kondisi perekonomian negara jiran seperti Singapura dibanding dengan Indonesia. Hal ini dikarenakan lokasi Batam yang begitu strategis dan dekat dengan Malaysia maupun Batam. Tidak hanya itu, perekonomian Batam juga ditopang oleh beberapa sektor industri. Tahun 2015, industri galangan kapal di Batam jatuh, namun sektor pariwisatanya meningkat. Hal inilah yang membuat perekonomian Batam tetap bertahan.

Faktor lain yang membuat dunia properti di Batam kembali bergairah adalah tingginya harga properti di Singapura. Tingginya harga tersebut membuat para pebisnis Indonesia yang kerap melakukan  kunjungan ke Singapura membeli hunian di Batam karena letaknya yang strategis. Mereka bahkan ada juga membuka kantor di Batam untuk bisnis mereka.

Posisi strategis menjadi keunggulan Batam sehingga wajar jika pengembang Indonesia banyak yang mengembangkan proyek ke Batam. Kini, di Batam telah ada Ciputra dan Sinarmas Land yang memulai proyeknya di sana.

Sinarmas Land bahkan menggandeng pengembang asal Singapura untuk mengerjakan proyeknya Nuvasa Bay. Nuvasa Bay akan berdiri di atas lahan seluas 228 hektar. Nantinya akan dibangun vila hotel, pusat perbelanjaan dan bisnis, juga lapangan golf dan hiburan. Tahap pertama, sebanyak 500 kondominium akan dibangun dengan konsep golf residences yaitu hunian dengan pemandangan lapangan golf. Per unit dibanderol dengan harga terendah Rp 652,4 juta. tidak hanya itu, kawasan ini juga akan membangun 200 unit rumah tapak yang dijual dengan harga Rp 1,3 miliar per unitnya. Konstruksinya sendiri baru akan dibangun pada kuartal pertama tahun 2017 mendatang.

Terkait kebijakan pemerintah tentang kepemilikan properti asing nyatanya tidak terlalu membawa perubahan signifikan di Batam. Hal ini ditengarai karena adanya kebijakan ekspatriat harus memiliki izin tinggal. Syarat tersebut dinilai merepotkan sehingga kebijakan tersebut kurang disukai para ekspatriat.

Bagi pengembang Batam, yang terpenting adalah iklim investasi di Indonesia yang dijaga tetap baik. Sehingga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membeli rumah atau hunian di Batam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *